<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: when i  can&#8217;t see light&#8230;</title>
	<link>http://ethe.blogsome.com/2006/11/07/when-i-cant-see-light/</link>
	<description>Since this belongs to Ethe, this is small part of Ethe to share about...</description>
	<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 22:44:58 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: Epat</title>
		<link>http://ethe.blogsome.com/2006/11/07/when-i-cant-see-light/#comment-51</link>
		<pubDate>Tue, 07 Nov 2006 16:20:27 +0000</pubDate>
		<guid>http://ethe.blogsome.com/2006/11/07/when-i-cant-see-light/#comment-51</guid>
					<description>apapun yang terjadi adalah untuk pembesaran kita dimasa yang akan datang, so bijak-bijak lah menemukan hikmah nya :-D

&lt;em&gt;ethe:
tidak berhenti berharap adalah satu2nya yang membuat manusia tetap hidup...&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>
<p>apapun yang terjadi adalah untuk pembesaran kita dimasa yang akan datang, so bijak-bijak lah menemukan hikmah nya <img src='http://ethe.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p></p>
	<p>
<p><em>ethe:<br />
tidak berhenti berharap adalah satu2nya yang membuat manusia tetap hidup&#8230;</em></p></p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Tukang Koran</title>
		<link>http://ethe.blogsome.com/2006/11/07/when-i-cant-see-light/#comment-50</link>
		<pubDate>Tue, 07 Nov 2006 15:49:39 +0000</pubDate>
		<guid>http://ethe.blogsome.com/2006/11/07/when-i-cant-see-light/#comment-50</guid>
					<description>Apa lagi si yang kurang? Tapi setiap kali aku membaca feature halaman depan Kompas, aku akan merasa menjadi orang yang sangat beruntung (padahal aku tidak sedang baca kitab suci).

Hari ini ceritanya seorang pemulung yang mempunyai lima orang anak, salah satunya hampir buta. Dalam tiga hari bekerja mengumpulkan botol air mineral ia hanya memperoleh 20 ribu rupiah. Mereka hanya makan mi instan, atau kadang-kadang mereka beruntung karena warteg yang mereka datangi tidak mau dibayar.

Ia mengaku mandi 3 hari sekali, karena ia sayang mengeluarkan uang Rp 1.500 untuk sekali mandi di MCK umum. &lt;a&gt;Cerita selengkapnya&lt;/a&gt; bisa dibaca disini.

Ceritanya gak sekadar masalah ekonomi aja si, banyak hal lain juga. Masih memerlukan miracles? Hehe tapi maaf kalo komennya gak nyambung ya.

&lt;em&gt;ethe: 
kalo masalah mandinya, saya setuju... berhematlah air bersih, save our planet!&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>
<p>Apa lagi si yang kurang? Tapi setiap kali aku membaca feature halaman depan Kompas, aku akan merasa menjadi orang yang sangat beruntung (padahal aku tidak sedang baca kitab suci).</p></p>
	<p>
<p>Hari ini ceritanya seorang pemulung yang mempunyai lima orang anak, salah satunya hampir buta. Dalam tiga hari bekerja mengumpulkan botol air mineral ia hanya memperoleh 20 ribu rupiah. Mereka hanya makan mi instan, atau kadang-kadang mereka beruntung karena warteg yang mereka datangi tidak mau dibayar.</p></p>
	<p>
<p>Ia mengaku mandi 3 hari sekali, karena ia sayang mengeluarkan uang Rp 1.500 untuk sekali mandi di <span class="caps">MCK</span> umum. <a>Cerita selengkapnya</a> bisa dibaca disini.</p></p>
	<p>
<p>Ceritanya gak sekadar masalah ekonomi aja si, banyak hal lain juga. Masih memerlukan miracles? Hehe tapi maaf kalo komennya gak nyambung ya.</p></p>
	<p>
<p><em>ethe:<br />
kalo masalah mandinya, saya setuju&#8230; berhematlah air bersih, save our planet!</em></p></p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
